Mematikan Sendiri

     Sudah sekian lama saya tak kunjung menulis blog lagi karna kehilangan banyak semangat dan waktu dan rasanya tidak sebebas dulu kalau mau memulai menulis, yeah it's all because time changes everything. Time flies so fast even your eyes never can catch it. Sekitar 3 bulan lalu saya baru lulus dari SMA, lulus dari Boarding School dari sekolah asrama dan segala perihal didalam nya, kelulusan yang saya dambakan,tak ada lagi peraturan, tak terasa sudah banyak juga yang saya lalui walau saya yakin ini belum seberapa, tapi salah satu nya dengan blog ini saya mendapat cerminan perubahan yang sangat banyak dalam hidup ini termasuk tampilan Blogger sendiri. Waktu berjalan dengan sangat cepat saat saya kembali membuka blog ini, hanya terpisahkan kurang dari 2 postingan, saya kembali membaca tulisan saya beberapa tahun lalu, tepatnya setelah saya lulus dari SMP yang gak kerasa seperti lulus dari SMP karna SMA saya di sekolah yang sama tempat yang sama muka-muka teman yang kebanyakan sama guru yang sama dan peraturan yang tak jauh berbeda. Tapi lagi-lagi itu semua telah terlewati, dilewati satu tulisan saat saya baru saja pulang dari Home Stay di Yordania se angkatan dan saya heran kenapa tulisan saya masih aja lebay waktu itu, dan seketika sekarang genap lah sudah secara hitungan teoritis (apalah itu) saya 6 tahun di sekolah yang sama, hanya berganti title depan nya saja. Seperti kilatan cahaya halilintar.
     Terpisah satu tulisan dari tulisan ini saat saya kelas 11 SMA dan ternyata lagi-lagi tulisan saya masih alay juga, disitu tertulis saya mendambakan untuk dapat berkuliah di STEI ITB setamat SMA dan parah nya lagi saya menulis kalau gak kesampaian dapet ITB tak apa dapet UI. Tertampol lah saya dengan kenyataan bahwa masuk Perguruan Tinggi Negeri tidak akan segampang sewaktu saya masuk ke SMA. Setelah benar-benar gagal di SNMPTN dan menyesali kenapa terlalu PeDe, saya mencoba keberuntungan di SBMPTN, hanya bermodal keberuntungan saya pun mengikuti SBMPTN 2017 dan memilih ke semua pilihan saya adalah Universitas Indonesia dengan prodi dari yang paling mustahil sampai ke yang saya sengaja peminat nya seharusnya sedikit dan saya harus kembali mendapatkan ucapan jangan putus asa dan tetap semangat. Saya mencoba kembali keberuntungan masuk UI melalui jalur SIMAK UI, lagi-lagi hanya bermodal keberuntungan kali ini bahkan sistem UI tidak memberikan saya ucapan semangat. Setelah puas sakit hati di bohongi ekspetasi diri sendiri dan puas menyumbangkan biaya seleksi untu kemajuan PTN, mulailah saya benar-benar mendengarkan saran Ayah saya, kuliah ke Luar Negeri.
     Di Tulisan yang lalu saya juga menulis saya beresiko untuk di kuliahkan di India, namun mama saya menolak bahkan sejak wacana itu belum muncul di rumah. Lalu ayah saya tetap menginginkan saya untuk kuliah di Luar Negeri saja dan saran nya pun jatuh kepada negeri jiran, Malaysia. Saya tidak terlalu menggubris saran tersebut pada awalnya karna pada awalnya saya percaya bahwa keberuntungan masuk PTN akan menimpa saya, hingga kepercayaan diri saya mengakui kebohongan nya. Setelah benar-benar di buat putus asa oleh seleksi PTN, saya pun menjadi lebih putus asa saat mengirimkan aplikasi untuk kuliah di Malaysia. Hingga suatu pagi hari email saya dibanjiri oleh banyak Offer Letter, dan salah satunya adalah universitas dambaan saya di Malaysia. 
     Semuanya berjalan lancar, sedikit kendala namun dapat diatasi dengan lancar pula. Pada dasarnya saya memulai perkuliahan efektif mulai bulan september 2017, selama menunggu bulan september saya masih berada di Indonesia. Pada awalnya pula kehidupan berlibur saya sangat menyenangkan, terlebih saat Visa Malaysia saya sudah selesai, hingga pada saat nya satu persatu teman-teman saya mulai memasuki kuliah nya masing-masing, disitu saya mulai merasa sendiri yang sebenarnya perasaan ini sudah ada bahkan sejak hari pertama meninggalkan sekolah, disaat satu persatu teman-teman saya bahkan teman dekat saya mulai mempersiapkan kuliah nya dan memulai Ospek nya dan mulai ribet juga dengan tugas ospek tak lagi memiliki banyak waktu seperti sebelum nya apalagi kalau dibanding kan dengan sewaktu masih di Boarding School yang apa-apa selalu ramean, tinggal lah saya sendiri tak tahu harus berbuat apa. Saya juga melihat teman-teman saya yang sudah kuliah atau akan segera kuliah membanggakan universitasnya masing-masing, mengupload twibbon, melihat Instagram Story mereka yang sedang sibuk mengurusi persiapan kuliah, melihat keceriaan mereka saat gathering dengan teman-teman baru atau parahnya melihat mereka sedang sibuk kuliah walau lagi disiksa dengan ospek, setiap itu pula ada rasa tertekan menghampiri. Terlebih ketika unpad sudah memulai kegiatan Prabu nya. Sebenarnya itu semua hanyalah efek dari sifat Over Thinking saya dan mungkin ada juga sedikit cemburu dan iri (karna iri tanda tak mampu, dan saya memang tak mampu seperti mereka) terhadap beberapa hal dan beberapa orang, toh aslinya juga ada lebih dari selusin teman saya yang masih menunggu kuliah bahkan sama seperti saya kuliah di malaysia dan bahkan nya lagi urusan mereka terkadang lebih ribet, saya kurang bersyukur. Memang kadang yang menyiksa kita malah fikiran kita sendiri yang berlebihan melaksanakan tugasnya dalam memikirkan suatu hal.
     Selama saya menunggu giliran untuk merasakan alam dunia belantara perkuliahan, sering nya saya berpergian kemana-mana sendirian, dan kebetulan pula saya juga kursus bahasa Inggris yang tempat kursus ini berada di salah satu mall. Terkadang jam les satu dengan yang lain terpisah cukup jauh, dan karena itu saya harus membunuh rasa bosan. Saya jadi mulai sering muter-muter mall sendirian, nonton film di Bioskop sendirian, makan sendirian, duduk sendirian, Main game sendirian,  bahkan kadang saya juga ngobrol sendirian. Entah kenapa saya jadi lebih suka memilih untuk sendiri, dan menghindari disapa orang walau ada juga kadang beberapa teman kursus saya yang menawarkan bareng-bareng. Saya mulai menikmati Sendiri. Selama itu juga tiap hari pasti saya merasakan sesuatu yang mengganjal, mengusik ketenangan yang saya biasa dapat selama di Boarding School. Saya gagal menemukan apa yang membuat saya Risau dan Khawatir serta mulai Setress sendiri.
     Saya fikir semua ini adalah salah satu akibat dari kurang nya aktifitas rutin saya, menurun nya aktifitas rutin bermanfaat yang biasa di tanamkan selama di Boarding School dan saya selalu gagal menemukan kenyamanan untuk merutinkan itu kembali. Saya harap setelah saya mulai kuliah hal ini setidaknya dapat berubah, yang tadinya saya hampir setress karna tidak tau apa yang saya setress kan dapat berubah menjadi setress namun setidaknya tahu apa yang saya setress kan. 

Saya gabut namun ke malasan memenangkan, kerisauan menertawai. 



Share:

0 komentar