UN, Bukan Segala nya dan Untuk Segalanya.

Beneran, jadinya saya nulis blog beneran 5 bulan sekali!!!
  
     Setelah berbulan-bulan belum sempat mengisi blog kali ini saya akan menyempatkan mengisi blog ini kembali atas permintaan beberapa fans saya (Padahal cuman 1 orang). Kali ini saya mau lebih fokus membahas Ujian Nasional yang sudah lewat (Saat postingan ini di terbitkan, anak SD masih UASBD, SEMANGAT YA!). Ujian nasional diperuntukan bagi seluruh orang yang sudah duduk di kelas 6 (SD) atau dan 9 (SMP) atau dan 12 (SMA) berguna untuk mengevaluasi hasil belajar di jenjang masing-masing, dan berguna agar bisa masuk/naik ke jenjang berikutnya. Sekiranya itulah yang saya tangkap dari ratusan penyuluhan UN yang pernah saya ikuti dan terlaksanakan di sekolah saya. 
     Tapi ternyata Ujian Nasional juga bukan segalanya dan untuk segalanya (Mungkin kata-kata ini sering terlontar demi menjaga kejujuran dan sportivitas peserta saat Ujian), kata seorang guru saya yang spesialis dalam urusan membina dan dibina (loh?) "Ujian Nasional Hanyalah salah satu batu loncatan untuk melanjutkan jenjang berikutnya" Berarti banyak "Batu" yang lain dong? Mungkin (Maksud engkau paket A/B/C ya? --" ) terserahlah, tapi yang saya tangkap dari tausiyah tersebut adalah bukan hasil dari suatu usaha yang dilihat, tapi usaha untuk mendapatkan hasil yang baik yang akan dilihat, OLEH ALLAH. Kok Kesimpulan saya bisa jauh gitu ya...? (Namanya pemikiran pemecahan kode kata, alias bengong pas tausiyah)
     Yaaa, intinya Ujian Nasional yang selama ini menjadi sebuah hantu siang bolong menghantui kita sejak hampir setahun siang malam sebelum dia tiba (bahkan sejak kecil dah dihantui) itu bukan apa-apa, buktinya pada saat pelaksanaan Ujian Nasional yang saya ikut didalamnya tidak merasakan kegetiran sama sekali (Udah kebal kali, ya!?) malah tidak sedikit yang malah foto-foto, nyisir, ketawa-ketawa, ngelawak, ngestandup, nyanyi, ngegosip, dulu. Bahkan gak sedikit yang gak bawa tas, belum nyerut/ngeraut pensil, gak bawa penghapus, belom mandi, dll.
Sebelum Tersita, sempetin fotofoto dulu...
      Sehabis Ujian Nasional dalam benak kami adalah pulang, bikin acara, ngumpul-ngumpul sama keluarga ataupun teman lama, dan banyak jadwal lainnya. Tapi itu semua pupus, gara-gara Nurul Fikri mempunya rencana tersendiri. Kami diwajibkan tetap berada di Nurul Fikri selama 3 pekan lamanya. Minggu pertama di pergunakan untuk Mukhoyyam Al-qur'an di padepokan Madani, disini kita lebih didekatkan lagi dengan Al-Qur'an, saya mengikuti acara ini dengan penuh kesadaran dan kesenangan. Pekan kedua digunakan untuk Mukhoyyam Bahasa juga masih di padepokan Madani, saya kabur dari acara ini karena berbagai alasan, yang insyaallah syar'i (Nyehehe). Tapi ternyata Mukhoyyam Bahasa hanya digelar selama sekitar 4 hari saja, dan sisa 3 hari sampai hari Minggu dipergunakan untuk PKD (Program Kerja Dakwa, Bukan Partai yaaa...) yaitu kegiatan membantu warga sekitar Nurul Fikri Boarding School Lembang, saya cuman ikut pkd di hari terakhir saja, dan itupun PKD saya dobel gara-gara saya tidak sengaja membawa dan menyitakan HandPhone saya ke pihak Nasyath. Di hari terakhir ini saya dan 13 orang lainnya mendapatkan tugas dobel yaitu lebih serius mengurus peternakan kambing. Hari seninnya digunakan untuk materi pelepasan, Hadist Arbain ke 2.
      Hari selasanya, Rakyat Nurul Fikri kembali turun ke jalan demi menuntut kebebasan Al-Aqsa di Palestina dikarenakan Kondisi Masjid Al-Aqsa sudah makin kritis diakibatkan bangsa Yahudi Israel yang terus menerus melakukan penggalian di bawah masjid agung tersebut. Kali ini saya tidak menjadi Fotographer dadakan seperti biasanya kalau ada Longmarch, kali ini saya menjadi orang yang ngumpulin sunduk (Sumbangan) untuk Palestina bersama teman saya, Farras Farhan. Seperti biasa kita berangkat dari Nurul Fikri sekitar jam 10 pagi diawali dengan tausiyah K.H.Ustadz Wildan Hakim Selaku Mudir mahad Nurul Fikri Boarding School Lembang. Bedanya Longmarch kali ini, kita turun ke bandung menggunakan angkot, sampai sekitar 35 Unit (Mungkin, Berharap masuk rekor arak-arakan angkot terbanyak di Indonesia).
Mudir Kami Bersemangat sekali menyampaikan Tausiyah, sebelum berangkat.
Sesampainya di pusdai kita ishoma dulu. Sekitar jam 13.00 kita mulai melakukan Long March dari Pusdai ke Gedung Sate lalu ke Mall BIP (Ngerusuh aja ya di Mall), dan berakhir di Jalan Asia Afrika Bandung. Karena berhubung HandPhone saya yang sewaktu itu belum memiliki kepastian bakal di kembalikan atau tidak (HandPhone saya sekarang udah BlackBerry Z3 looh!), maka saya lampiaskan emosi saya di acara ini... (eea)
        Hari kamis, Jum'at saya lupa ngapain aja... Pokoknya kami (Kelas 9 saja) di perbolehkan pulang (dan mengambil HandPhone, bagi 13 org) pada hari Sabtunya! dan cerita saya di Malaysia bakal berlanjut di Postingan berikutnya (Karena Hari senin nya saya langsung berangkat ke Kuala Lumpur bersama @Kusumahhamusuk dan @Thisdariz).
     Ohya, http://atfrasiyah27.blogspot.com/2014/06/habis-un-d.html agak mirip ceritanya, tapi mungkin lebih mendetail....

Share:

0 komentar