Cerita Yang Berakhir dengan "PENANTIAN dan PENUNTUTAN"


    

Liburan Ramadhan dan Iedul Fitri kali ini mungkin saya tidak akan banyak bercerita dan berkicau di Twitter dan media lain. Bukan karena saya mau fokus main PES sama FIFA Ibadah, tapi karena emang jumlah teman yang "Boleh" saya ajak ber-komunikasi itu turun sampe hampir 75%. (Kalau kata umer sih, fase yang sedang dialami Saya dan teman-teman lain itu mirip  di jaman soeharto) 


Beberapa hari yang lalu, sebelum saya kembali ke rumah di Jakarta. Sekolah saya melakukan razia (sidak) besar-besaran, kali ini target dan sasaran nya bukanlah orang-orang yang membawa barang Ilegal (Mungkin karena udah kebanyakan dan keseringan bawa kali, ya!?)  Tapi, "Yang berhubungan dengan Akhwat yang bukan Mukhrim selama liburan semester kemaren". Pikir saya tuh "Ooh, yg ketemuan toh..." tapi ada kata-kata keterangan nya "Termasuk yang di Dunia Maya" !@#$%^!$@^!$# 
Satu lagi Peraturan yang tedengar tidak rasional untuk kami.... 
Kami semua tahu apa efek dan kegunaan dari terbesitnya peraturan ini, salah satunya "Demi menjaga kehormatan" 
Niatnya sih emang sudah SANGAT benar untuk melindungi kami semua dan sebagai salah satu tindakan preventif untuk mencegah pergaulan bebas (Jangan salah loh! gini-gini anak pesantren jga bisa kena begituan! walaupun saya gk tau gimana caranya) yang termasuk pergaulan bebas itu juga termasuk pacaran, dan mungkin PDKT.
 Tapi, tapi, tapi... (Kebanyakan tapi nya neeh, kalau diliat dari sudut pandang "anak-anak") salah satunya yang tercetus dari "Sisi Kiri" adalah "kan Kita lagi Liburan,  boleh merasakan bebas dong!?" yang dibalas "Sisi Kanan" dengan pernyataan  "Bebas itu adalah kita tidak memiliki ketergantungan terhadap siapa saja, kecuali ALLAH. Kalau kita masih bergantung pada suatu hal, seperti Internet apalagi cewe, berarti kita belum bebas, dan BLABLABLABLA" dan ada juga pernyataan "Kita kan cuman Chatting atau yang paling parah mah SMS an doang, kok. Gak smpe macem-macem, apalagi pacaran!" dan di balas dengan "Sedikit-sedikit jadi Bukit. Bermula dari hal sepele macam itu bisa bablas sampe kemana-mana tanpa harus disadari" 
Emang agak sakit dan bingung sih mendengar segala pernyataan macam itu (dan banyak lagi), tapi disisi lain entah hati kecil #eaa saya mengatakan "Itu ada bener nya juga" karena saya melihat bukti nya sendiri (surat-menyurat thalib ke Thalibah) dan merasa sangat PeDe bahwa nanti saya masih bisa hidup senang tanpa teman akhwat non-mukhrim satu pun (setidaknya sampe 8 bulan kedepan) dengan persepsi saya bisa menggantikan hal itu dengan Koleksi Lagu, Games, Dan Film-film (yang beragam) saya. Tapi, baru sehari semalam libur di rumah, saya udah setress sendiri.... T__T Mana Headphone yang waktu itu sempat menemani saya 12 jam perjalanan ke Jogja, dan 12 jam perjalanan ke Jakarta "Termutilasi" dan saya harus menyisihkan minimal 300 rebo buat beli yang baru.
dan satu lagi hal yang membuat saya hampir Jungkir balik yang juga berhubungan dengan Privasi.
 Ternyata nanti rencananya di setiap kamar asrama bakal di pasangin minimal Sebuah IP Camera (Semacam CCTV). Saya salut dengan Antusiasme orang-orang yang meprakarsai hal ini di kamar-kamar kami, karena keperhatian alias ke-"KEPO" an mereka untuk mengetahui segala hal yang kami lakukan di dalam ruangan yang "Konon" katanya sih ruangan yang paling memiliki privasi setelah Toilet.

 Mungkin niat nya agar dapat menuntaskan dan mencegah masalah pencurian yang sudah berkali-kali terjadi selama ini, yang kebanyakan kasusnya banyak yg mirip Kasus Bank Century, "MENGHILANG". ataupun juga untuk mencegah kami melakukan hal-hal yang tidak sesuai, seperti menggunakan barang-barang terlarang, dan yang paling parah HOM*. (Padahal klo mau mah, di Toilet juga bisa yaaa.) dan masih banyak lagi kelebihannya kalau kita mau berfikir Positif. Tapi saya kira itu hanya menguntungkan beberapa pihak (saya gak berharap sama sekali IP Cam nya di pasang di Akhwat juga)  salah satu yang merasa dirugikan adalah sang pemilik Privasi kamar tersebut. Bagaimana tidak merasa dirugikan apabila Privasi kita di acak-acak sama alat-alat begituan!? Dan jujur, yang pertama kali saya pikirkan adalah "Saya gak bakal bisa ganti Pakaian di dalam kamar, apalagi celana", dan "Nanti kalo gua ngiGo malem2 gimana ya!?".
 OKee, mungkin yang masalah ngiGo dan lainnya dapat lah di maklumi karena yang ngeliat juga orang-orang yang emang udah terpercaya, tapi masalah lainnya adalah IP Cam security nya rentan untuk di Bobol. (tapi Buat apa ya, ngambil Video Santri di kamar?) dan kalau udah terjadi dan data-data semuanya jatuh ke tangan yang tidak benar kan bisa gawat, tau-tau video nya Nongol di Internet gimana!? (Lebaaaay amat ya!?) 
Yaa, emang seperti kata kang umair yang juga menulis Blog yang intinya sama kayak begini (cuman urutan nya aja beda) http://umairberbagi.blogspot.com/2013/07/privasi-antara-ada-dan-tiada.html, Privasi itu mirip setan sekarang, "Antara ada dan tiada" Kalo di Light Sensor nya NXT Mindstrom "Abu-abu", dan berbagai macam persepsi lain... 

"Selagi kita masih percaya Tuhan (ALLAH.SWT), Semuanya bakal lancar, kok!"

Share:

0 komentar