Serpihan kecil sebuah cerita panjang.

Gak kerasa ya, udah hampir 6 Bulan blog ini tidak ter update, dikarenakan kehilangan sumber daya, seperti Ide, Komputer, Akses Internet, Kebebasan Ber-Internet, danlain-lain di sekolah (saya) yang berbasis pesantren pendidikan Modern yang emang benar-benar modern (bukan muluk-muluk), tapi tetap saja tidak ada pesantren yang membebaskan santri nya untuk bebas berkeliaran mencari ide sana-sini di dunia maya yang katanya "Sangat berbahaya", dan (saya) mengakuinya. Dunia maya ini memang Berbahaya
Di tahun baru kali ini saya ingin sedikit  berbagi cerita selama saya berada di luar jakarta untuk pergi menuntut ilmu. Sebenarnya hari-hari saya menuntut ilmu selama ini tidak terlalu ada kejadian mencolok setiap harinya,dan cenderung monotone. Kecuali, saat sebulan sebelum liburan semester dan bakalan makin parah sampe seminggu sebelum pulang dan sesudah UAS. Buktinya, mungkin karena saking senang nya teman saya yang satu ini sampai-sampai bisa memecahkan kaca yang berada di tangga asrama, dengan Bokong nya! 
Pada hari minggu ku turut ayah ke kota rabu, 3 hari sebelum kepulangan ke rumah masing-masing untuk libur semester, dan sehari setelah UAS berakhir. Pagi itu mungkin menjadi salah satu pagi yang paling menceriakan bagi para santri, tapi tidak dengan teman saya yang berinisial "H.E", pagi itu mungkin menjadi pagi yang penuh dengan kepanikan, karena dia baru saja memecahkan sebuah kaca jendela Asrama.  


Bagi kami, merusak properti yang tidak bersalah (yang tidak menggangu, bahkan malah membantu) adalah sebuah masalah yang harus segera diatasi oleh pihak yang melakukan nya. Berharap tidak ada yang melihat peristiwa tersebut, tapi naas nasib nya. Langsung dalam hitungan detik semuanya berkumpul untuk melihat keajaiban tersebut, para saksi mata yang melihat kejadian langsung bagaimana kaca itu pecah mengatakan bahwa sang tersangka meloncat dari tangga atas dan mendarat di depan kaca dan kehilangan kendali lalu berputar dan Bokong nya pun langsung menghantam kaca hingga pecah! Setelah beberapa menit, si tersangka pun mendapatkan banyak hujatan hujatan tajam dari para penghuni asrama pagi itu, sampai-sampai ada yang menyumbang Pengki dan Sapu untuk membersihkan serpihan kaca tersebut. Tanpa perintah lagi, sangtersangka yang diketahui identitas nya sebagai penjual "Baju Jersey Bola" resmi, pun membersihkan ulah nya.

Akibat dari kejadian itu, pada saat hari kepulangan ide-ide untuk menurunkan barang-barang penghuni lantai atas dengan menggunakan kasur yang disusun menjadi layaknya sebuah Perosotan buat barang haruslah dijalankan dengan sangat hati-hati, lengah sedikit barang-barang yang diluncurkan dari lantai atas bisa-bisa jatuh keluar. dan itu adalah sebuah masalah serius.


Itulah salah satu Cerita Gak penting kali ini.
Masih  banyak lagi Curcol  Cerita yang gak kalah gak Pentingnya, bagi hidup anda, tentang saya selama menuntut ilmu.











Mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan di hati anda, bila mau Protest kritik sarann, silahkan ajukan dengan baik-baik.    :) Terimakasih :)

Share:

0 komentar