Bangkit dari kubur part sekian... (review selama di alam Offline)

Apa yang kamu pikirkan saat berjalan di tengah-tengah kuburan tiba-tiba ada satu kuburan bergetar hebat dan memunculkan sejumlah tulisan dalam format ASCII? Saya sendiri beranggapan bahwa yang dikubur di bawah situ adalah komputer tua atau apalah, dan itu gak mungkin. Gak mungkin manusia yang beneran bisa gitu, dan gak mungkin juga komputer di kubur ngeluarin artikel, yang ada besi dan mungkin Timbal nya mencemari tanah, Plastiknya tidak bisa diurai alam. Oke itu gak penting banget, tapi begitulah istilah yang saya gunakan untuk menunjukan "Seberapa lama saya gak nulis blog" dan pada hari ini dipagi yang berbahagia akhirnya saya mulai menulis blog lagi! yeeay! --"

Salah siapa saya gak ngeblog lagi? Jawaban nya adalah salah saya sendiri, saya gak seperti dulu yang menjadikan sekolah saya yang di Boarding School (eh, saya masih sekolah disana loh, bukan karna gak lulus SMP,tapi emang lanjut ke SMA) alasan utama saya gak nulis blog lagi. Karenaaaaa sekarang sebenernya saya punya banyak akses dan waktu untuk membuka internet, sibuk? Mungkin iya, apalagi sebentar lagi sekolah saya akan menyelenggarakan acara besar, paling besar yang pernah NFBSL buat (karna emang acara eksternal nya cuman satu dan sekali setahun, hehe) yaitu Camp Da'i Muda 5, ya ini sudah tahun ke-5 penyelenggaraan acara tesebut. Dan secara tidak kebetulan saya jadi bagian Publikasi Dokumentasi dan Dekorasi, (damnit, dapet bagian campur sari lagi), dan otomatis saya harus mengurus ini-itu yang rada memusingkan,contohnya adalah ngepelototin Hosting biar gak kena bajak (Udah ke hack 2
Gue tau apa yang terjadi kalau gue Ans.
kali),memastikan semua data yang bersifat Online berjalan lancar (Email, update web, Formulir Online, Hosting, dll) sampai dengan mendesign ini-itu, membuat membuat promosi, mengatur Social Media dan BLABLABLA. tambah lagi dengan posisi sekolah saya nangkring diatas gunung begitu, perjalanan dari sekolah saya ke Bandung paling cepet biasanya satu jam. Belakangan ini saya juga harus bolak-balik Jakarta-Bandung untuk mengurus Sponsorship bersama Damek. Sebenernya ini semua adalah harapan saya di masa SMP, dulu saya adalaha anak yang jarang pulang ke rumah yang di Jakarta, tiap bulan hanya di jenguk sekali, pulang pas libur aja, jadi saya dulu berangan-angan "kapan ya gue bisa pulang seenak jidat" dan TARAA, saya sekarang pulang se enak jidat, jidat pembimbing OSIS.... Hidup seperti itu tidak sepenuhnya menyenangkan, karena saya jadi sering ketinggalan pelajaran, makin bego, ikut lomba jadi jarang menang (padahal dulu emang sama aja sih), capek, Boros uang ;Bayangin aja Travel Bandung-Jakarta sekali jalan minimal 100 rebo blom lagi ditambah gojek dari NF nya, bisa total 150 ribu sekali jalan, balik ke nf lagi, kali 2 jadi 300 ribu, belom lagi pas di Jakarta, naik angkutan umum, atau bayar bensin motor/mobil (mending pke motor hemat, lah pke mobil, udah boros plus duit toll kadang, dan selalu siapin duit tilang, karna saya belum punya SIM.), banyak beban tanggung jawab, beban liat saingan Akhwat yang desain nya kadang lebih bagus yang memaksa saya dan tim saya buat mikir keras "Gimana biar desain kita lebih bagus", mending berfikir keras untuk improvisasi design, lah kalau mikir keras nya buat ngeliat "Haa, mereka yang bagian ini lebih jelek, haa blablabla" itu lebih miris sumpeh --" .dan yang paling parah, saya jadi jarang Hibernasi di hari Minggu.
Selain sibuk mengurus acara sekolah yang sebentar lagi, saya juga sibuk memikirkan (dan Mewujudkan) masa depan saya, saya sekarang udah kelas 11 SMA (Kalau orang lama bilang nya kelas 2 SMA), jadi saya harus tau apa yang harus saya lakukan dan jadi apa saya minimal 2 tahun kedepan. Gimana caranya saya bisa lulus UN, dan gimana caranya saya bisa masuk ke Fakultas Teknik Elektro ITB (yaa, kalau gak kesampean di UI juga gakpapa sebenernya, tapi janganlah ke India, mau pulang-pulang gue pake sari entar --" ) sedangkan nilai banyak yang sering tertinggal begitu aja. Ranking udah gak sebagus dulu waktu SMP (karna sekarang di angkatan saya sistem ranking di tiadakan, iyalah toh sekelas cmn 11 orang, ranking terakhirnya masih "Terlihat" membanggakan). Selain tuntutan Akademik seperti itu, saya juga punya rasa tanggung jawab untuk menuntaskan hafalan Al-Qur'an saya, dan menjadi Hafidzh. Masa' udah 5 tahun sekolah di Pesantren (a.k.a very Islamic Boarding School) gak kelar-kelaar hafalan nya.
Saya sekarang dan saya dulu sewaktu SMP tidaklah benar-benar sama, tapi sedikit sama :/ cuman sekarang lebih sering "mikirin makhluk halus" yang di seberang sana aja sih, tapi setidaknya itu sebuah bukti bahwa saya gak lagi ngikutin Trend LGBT, saya masih suka cewe, alhamdulillah....
Ada banyak perubahan yang saya alami, dari dalam diri sendiri atau luar. Biarkan lah masa lalu tertinggal tidak terlihat di belakang, dan lihatlah sekarang dan hari esok ku dan kamu nanti. (Itu juga penyebab saya jarang liat Spion kalau berkendara, jarang liat ke belakang)

"Selesai Curhatnya pak?"  "Awas entar kebablasan malah baper!"

Sebelum saya jadi tambah ngawur nulisnya, mending ngomongin resolusi mendatang dan sedikit flashback kebelakang, dikit aja kok. Dimulai dari usaha alibi saya untuk "ngeles" "gue tetep ngeblog kok!"
Karna Kalau membuat Website untuk acara sekolah adalah salah satu kegiatan ngeblog, maka sebenarnya saya sudah mulai ngeblog lagi sejak awal tahun 2016, saya membuat website buat acara sekolah saya berbasiskan Wordpress yang di install di Hosting (Fantastico, Cpanel X) jadi secara gak langsung saya ngeblog juga kan intinya? untuk hasil karya website saya yang benar-benar gak keliatan basisnya wordpress (kecuali di scroll kebawah entar ada tulisan "Powered by Wordpress" di Footer) bisa di buka di www.campdaimuda5.com (Sekalian promosi)

Postingan kali ini selain isinya menjelaskan "Kenapa lu gak pernah nongol lagi!?" dan sedikit curhat, saya juga ingin menceritakan bahwa, Sejak pertengahan tahun 2015 kemarin saya sebenarnya sudah berniat untuk menulis sejenis Catatan perjalanan saya dan angkatan saya selama di Yordania, saya sudah menulis banyak garis besar dari kegiatan saya hari ke hari, seperti menulis diary selama di Yordania yang isinya catatan setiap hari "Gue ngapain, belanja apa, ada fenomena apa, ngeliat apa" dan sejenisnya yang kebanyakan orang tidak mengerti bagaimana cara membacanya dan lebih memilih membaca aksara sirilik daripada tulisan tangan saya. Sekarang saya ingin merangkumnya menjadi sebuah cerita, sebuah Artikel  (yang tentunya bisa dibaca siapa saja, gak perlu belajar aksara apapun kecuali belajar alfabet) yang mempunya bab per bab. Tapi sampai sekarang semua itu belum lah terwujudkan, terus aja ada halangan buat nulis, mulai dari alasan saya yang benar-benar memang sibuk atau alasan seperti males.
Jadi di Postingan kali ini juga saya ingin sekalian mengumumkan bahwa dalam waktu dekat ini saya akan memposting catatan perjalanan tersebut, siapkan diri mu untuk membaca nya karena mungkin gak bakal ada yang tertarik untuk baca jikalau saya yang menulis dengan tatanan bahasa Indonesia acak kadut begini. Sejak pulang dari Yordania, Bahasa Indonesia saya makin gak jelas, lupa banyak kosakata, lupa banyak tatanan. Saya berfikir salah satu cara untuk memperbaiki nya kembali adalah dengan banyak menulis, di blog, buku catatan, atau bahkan di Meja kelas.
Untuk yang belum tau sama-sekali bahwa Januari sampai Juni tahun lalu saya pergi ke Yordania untuk Homestay bersama 102 teman saya, bisa langsung aja cek Social Media kami.
Kami mempunya hashtag di Instagram yang sangat khas, dimana selama kami di Yordania kami selalu Posting foto di Instagram dengan Hashtag itu, yaitu #5throad2jo yang sekarang dilanjutkan adek kelas dengan Hashtag gak jauh beda, #6throad2jo.
atau seperti biasa bisa liat di Facebook saya, facebook.com/ikhwanulmuslim/photos disana ada banyak album selama di Yordania, mulai dari gersang nya Gurun Rum (Wadi Rum) hingga dingin nya salju -15 Derajat Celcius di Kota Amman, Jordan.

Sekian dari saya, doakan saya tetap bisa update blog ini lagi, seperti dulu kala....
Rabu, 24 Februari 2016

WISUDA SMA NURUL FIKRI LEMBANG

     Masih ingat artikel saya sekitar 3 tahun yang lalu? Yang sudah lupa nih saya kasih lagi http://www.ceritaiwa.web.id/2011/06/ikhwa-di-wisuda.html , artikel kali ini sangatlah berhubungan dengan artikel saya 3 tahun yang lalu tersebut. ya! tanggal 21 juni kemaren saya mengalami ritual yang sama persis 3 tahun yang lalu, dan postingan yang diatas tepat berumur 3 tahun 3 hari! Semua terulang, hanya tempat, teman, situasi,kondisi (yaelah, semuanya aja kali) yang berubah, tapi tetap saja tema utama nya sama, yaitu Formalitas Tanda Kenaikan Jenjang pendidikan saya. HAFLAH WISUDA, Wisuda SMP saya kali ini digabung dengan wisuda kakak-kakak kelas saya yang di SMA, bertempat di BallRoom Hotel Mason Pine Kotabaru Parahyangan. Ini sangat berbeda dengan 3 tahun yang lalu dimana saya waktu itu masih berumur 12 tahun dan wisuda waktu itu dilaksanakan 100 KM lebih dari tempat wisuda yang sekarang. Hari itu diawali dengan keterlambatan saya dan puluhan teman-teman saya yang menginap di asrama untuk berangkat ke Mason pine, dilanjutkan dengan saya turun di depan salah satu komplek perumahan di kotabaru bersama teman saya yang ingin mengambil sepatu,dan segala kostum yang dibutuhkan nya, lalu berangkat kembali ke Mason Pine, Mengambil baju dan persiapan lain nya, dan sejujurnya dari semenjak kita sampai di mason pine sampai ke gladi bersih hampir seluruh aktifitas kita adalah, SELFIE. Bahkan masih banyak juga yang selfie saat acara belangsung. Langsung saja, tiba-tiba nama saya dipanggil (Lebay daah) untuk maju naik ke panggung utama dan melakukan ritual yang biasa dilakukan saat wisuda, yaitu Bersalaman. Sialnya waktu itu dari pihak keluarga saya tidak ada yang mengambil gambar. T__T
Setelah saya naik panggung dan akhirnya turun panggung maka resmi lah saya lulus dari SMP Nurul Fikri Boarding School Lembang...
     Apakah anda semua mengira pada hari tersebut saya berteriak dan mengatakan "YEAH! AKHIRNYA GUA BEBAS DARI NF,LULUS, TIDAK TERBELENGGU LAGI,BEBAS (dll)" ? Apabila iya, anda salah besar (tapi yang mengira tidak juga jangan senang-senang amat, gak ada hadiahnya masalahnya), kenapa? Karena kebetulan SAYA MEMPERPANJANG SEGALA KERIBETAN UNTUK 3 TAHUN KEDEPAN. (Cukup dimengerti kan apa maksudnya?) iya, saya masuk SMA NURUL FIKRI BOARDING SCHOOL LEMBANG,setidaknya sekarang 3 huruf didepan nya sudah berubah dari SMP jadi SMA.
     Intinya pada tanggal 21 Juni 2014 tersebut adalah salah satu hari yang bersejarah bagi saya, dimana pada hari itu saya secara resmi dinyatakan LULUS dari SMP dan berhak untuk naik ke jenjang berikutnya, yaitu SMA yang dimana konon katanya saya akan merasakan benar-benar perubahan dari masa kanak-kanak (yaelah, di NF mah kagak ada namanya masa kanak-kanak), dapat teman baru/tambahan teman baru,diterbangkan ke Yordania, dapet SIM (YEAH),pokoknya segala keribetan dan tantangan baru yang saya sudah tahu sebelumnya sampai yang sama sekali belum saya pernah dengar sudah menunggu di depan.
     dan Saya sangat mengharapkan saya dapat mempostingkan hal seperti ini lagi dilain waktu dan lain kesempatan. :)

Terimakasih kepada semuanya yang telah mengakibatkan saya lulus dari SMP, Terkhusus untuk kedua orangtua saya, pembaca sekalian dan Guru-guru saya saat SMP ,dan yang paling spesial hanyalah untuk ALLAH.SWT karena dengan segala nikmat dan karunia nya lah saya dan puluhan teman seangkatan saya dapat lulus dari jenjang SMP.
Kamis, 07 Agustus 2014

UN, Bukan Segala nya dan Untuk Segalanya.

Beneran, jadinya saya nulis blog beneran 5 bulan sekali!!!
  
     Setelah berbulan-bulan belum sempat mengisi blog kali ini saya akan menyempatkan mengisi blog ini kembali atas permintaan beberapa fans saya (Padahal cuman 1 orang). Kali ini saya mau lebih fokus membahas Ujian Nasional yang sudah lewat (Saat postingan ini di terbitkan, anak SD masih UASBD, SEMANGAT YA!). Ujian nasional diperuntukan bagi seluruh orang yang sudah duduk di kelas 6 (SD) atau dan 9 (SMP) atau dan 12 (SMA) berguna untuk mengevaluasi hasil belajar di jenjang masing-masing, dan berguna agar bisa masuk/naik ke jenjang berikutnya. Sekiranya itulah yang saya tangkap dari ratusan penyuluhan UN yang pernah saya ikuti dan terlaksanakan di sekolah saya. 
     Tapi ternyata Ujian Nasional juga bukan segalanya dan untuk segalanya (Mungkin kata-kata ini sering terlontar demi menjaga kejujuran dan sportivitas peserta saat Ujian), kata seorang guru saya yang spesialis dalam urusan membina dan dibina (loh?) "Ujian Nasional Hanyalah salah satu batu loncatan untuk melanjutkan jenjang berikutnya" Berarti banyak "Batu" yang lain dong? Mungkin (Maksud engkau paket A/B/C ya? --" ) terserahlah, tapi yang saya tangkap dari tausiyah tersebut adalah bukan hasil dari suatu usaha yang dilihat, tapi usaha untuk mendapatkan hasil yang baik yang akan dilihat, OLEH ALLAH. Kok Kesimpulan saya bisa jauh gitu ya...? (Namanya pemikiran pemecahan kode kata, alias bengong pas tausiyah)
     Yaaa, intinya Ujian Nasional yang selama ini menjadi sebuah hantu siang bolong menghantui kita sejak hampir setahun siang malam sebelum dia tiba (bahkan sejak kecil dah dihantui) itu bukan apa-apa, buktinya pada saat pelaksanaan Ujian Nasional yang saya ikut didalamnya tidak merasakan kegetiran sama sekali (Udah kebal kali, ya!?) malah tidak sedikit yang malah foto-foto, nyisir, ketawa-ketawa, ngelawak, ngestandup, nyanyi, ngegosip, dulu. Bahkan gak sedikit yang gak bawa tas, belum nyerut/ngeraut pensil, gak bawa penghapus, belom mandi, dll.
Sebelum Tersita, sempetin fotofoto dulu...
      Sehabis Ujian Nasional dalam benak kami adalah pulang, bikin acara, ngumpul-ngumpul sama keluarga ataupun teman lama, dan banyak jadwal lainnya. Tapi itu semua pupus, gara-gara Nurul Fikri mempunya rencana tersendiri. Kami diwajibkan tetap berada di Nurul Fikri selama 3 pekan lamanya. Minggu pertama di pergunakan untuk Mukhoyyam Al-qur'an di padepokan Madani, disini kita lebih didekatkan lagi dengan Al-Qur'an, saya mengikuti acara ini dengan penuh kesadaran dan kesenangan. Pekan kedua digunakan untuk Mukhoyyam Bahasa juga masih di padepokan Madani, saya kabur dari acara ini karena berbagai alasan, yang insyaallah syar'i (Nyehehe). Tapi ternyata Mukhoyyam Bahasa hanya digelar selama sekitar 4 hari saja, dan sisa 3 hari sampai hari Minggu dipergunakan untuk PKD (Program Kerja Dakwa, Bukan Partai yaaa...) yaitu kegiatan membantu warga sekitar Nurul Fikri Boarding School Lembang, saya cuman ikut pkd di hari terakhir saja, dan itupun PKD saya dobel gara-gara saya tidak sengaja membawa dan menyitakan HandPhone saya ke pihak Nasyath. Di hari terakhir ini saya dan 13 orang lainnya mendapatkan tugas dobel yaitu lebih serius mengurus peternakan kambing. Hari seninnya digunakan untuk materi pelepasan, Hadist Arbain ke 2.
      Hari selasanya, Rakyat Nurul Fikri kembali turun ke jalan demi menuntut kebebasan Al-Aqsa di Palestina dikarenakan Kondisi Masjid Al-Aqsa sudah makin kritis diakibatkan bangsa Yahudi Israel yang terus menerus melakukan penggalian di bawah masjid agung tersebut. Kali ini saya tidak menjadi Fotographer dadakan seperti biasanya kalau ada Longmarch, kali ini saya menjadi orang yang ngumpulin sunduk (Sumbangan) untuk Palestina bersama teman saya, Farras Farhan. Seperti biasa kita berangkat dari Nurul Fikri sekitar jam 10 pagi diawali dengan tausiyah K.H.Ustadz Wildan Hakim Selaku Mudir mahad Nurul Fikri Boarding School Lembang. Bedanya Longmarch kali ini, kita turun ke bandung menggunakan angkot, sampai sekitar 35 Unit (Mungkin, Berharap masuk rekor arak-arakan angkot terbanyak di Indonesia).
Mudir Kami Bersemangat sekali menyampaikan Tausiyah, sebelum berangkat.
Sesampainya di pusdai kita ishoma dulu. Sekitar jam 13.00 kita mulai melakukan Long March dari Pusdai ke Gedung Sate lalu ke Mall BIP (Ngerusuh aja ya di Mall), dan berakhir di Jalan Asia Afrika Bandung. Karena berhubung HandPhone saya yang sewaktu itu belum memiliki kepastian bakal di kembalikan atau tidak (HandPhone saya sekarang udah BlackBerry Z3 looh!), maka saya lampiaskan emosi saya di acara ini... (eea)
        Hari kamis, Jum'at saya lupa ngapain aja... Pokoknya kami (Kelas 9 saja) di perbolehkan pulang (dan mengambil HandPhone, bagi 13 org) pada hari Sabtunya! dan cerita saya di Malaysia bakal berlanjut di Postingan berikutnya (Karena Hari senin nya saya langsung berangkat ke Kuala Lumpur bersama @Kusumahhamusuk dan @Thisdariz).
     Ohya, http://atfrasiyah27.blogspot.com/2014/06/habis-un-d.html agak mirip ceritanya, tapi mungkin lebih mendetail....
Jumat, 13 Juni 2014

Flash Back!

Sudah hampir 5 bulan gak ngisi blog ini, hal ini disebabkan oleh keberadaan inspirasi dan gairah menulis selama di Sekolah. Sekolah saya sekali lagi saya katakan memiliki fasilitas ICT yang sangat memumpuni tapi malah terkesan membatasi gerak santri nya dalam berekspresi. Sudah berkali-kali saya mencoba menulis artikel selama di sekolah tapi selalu gagal, karena tekanan dari kondisi saat saya menulis yang sering di pelototin orang-orang sekitar adalah penyebab yang paling sering terjadi.
Sekarang adalah kesempatan saya untuk menulis sebanyakbanyaknya karena emang lagi libur semester 2 dan Tahun baru (Karna emang saya gak pernah ngerayain natal)
Saya mau rangkum semua yang terjadi dalam hidup saya (dan teman-teman) selama di PonPes (Katanya sih Boarding school, tapi saya mulai ragu dengan sebutan itu) agar yang baca bisa memetik pelajaran juga, karena kalau ceritanya gak di buat format rangkuman bakal teler saya nulis nya.
1. Kekerasan Tidak bisa menyelesaikan masalah apa-apa, bahkan membuat masalah tersebut tambah rumit dan konkrit plus spesial (Kayak mi goreng).
Cerita ini bermula dari niat baik "Teman" untuk agar selalu mengingatkan sodara seiman seangkatan seasrama, sesekolah, seyayasan, sebumi,nya. Tapi "Mereka" sudah kehilangan akal dan kesabaran untuk menasehati. Hasilnya? Udah, jangan dibicarain lagi, ok!? (Sebenernya waktu itu saya gak ikut karena lagi ikut Lomba Indonesia Robotic Olympiad di Jakarta, september. Tapi tetep aja kena imbas nya, diikutin pembinaan. Dicemplungi ke sungai, dijemur, Hiking edisi dewa, masak di hutan, tapi untuk gak kena botak)
 2. Semua berawal dari kita.
Sering kita tidak sadar apa yang kita perbuat, katakan, dan segala tindakan yang mungkin kita anggap benar sebenarnya tidak selalu benar dimata orang lain. Oranglain dapat mengetahui dan mengukur dosis yang dia butuhkan tanpa campur tangan dari pihak luar. Bukankah yang berasal dari hati kita itu lebih cocok untuk kita daripada yang berasal dari luar? Tapi, harus selalu diingat, bahwa hal tersebut hanyalah untuk lingkup kita sendiri, kita tidak akan dapat memaksakan kehendak orang lain, pemikiran oranglain, dan segala hal tentang oranglain, bahkan kita tidak bisa memperbaiki orang lain apabila kita belum baik dan benar dan orang tersebut tidak ada niat untuk berubah. Apabila dia dipaksa untuk berubah kemungkinan besar tidak akan berhasil atau berhasil hanya didepan mata, dibelakangnya? Siapa yang tahu? Karna sekali lagi menurut saya perubahan itu berawal dari diri sendiri dan untuk diri sendiri. Tapi, bukan artinya kita mesti cuek dan masa bodoh terhadap orang tersebut, kewajiban kita untuk saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran dengan kebaikan dan kesabaran pula.

3. Hiking terjauh.
Photo By Naufal Iqbal
Ingat hari pahlawan? 10 November 2013 kemaren.
 Bisanya sekolah-sekolah lain hanya bakal mengadakan upacara dan rangkaian seremoni di sekolah nya. Tapi beda dengan sekolah saya yang berada di ketinggian hampir lebih 1.000mdpl, dikelilingi patahan-patahan, bukit-bukit, dan hutan belantara. Sepertinya pihak sekolah tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Bertepatan pada hari pahlawan 10 November kemarin sekolah saya mengadakan Hiking ke Taman Makam Pahlawan demi mengenang perjuangan para pahlawan menumpas penjajahan Hiking tersebut sekaligus Hiking paling jauh yang pernah saya jabani. Beda dengan Hiking lainnya yang dominan dengan tanjakan dan hutan belantara ke atas patahan atau bukit, Hiking kemaren lebih didominasi oleh Turunan dan perumahan warga sekitar (dan jalan aspal Rusak berbatu).  Pertama kali diumumkan bahwa  bakal ada Longmarch ke Taman makam pahlawan di daerah cikutra, saya tidak menyangka bakal jalan kaki. Tapi Nothing impossible! Semuanya bisa terjadi disini, dan terjadilah perjalanan sekitar 7 - 8 jam dari sekolah ke daerah Cikutra JALAN KAKI. Hebatnya lagi acara ini mengikut sertakan anak-anak baru kelas 7 yang masih imut-imut (Malah ada yg belum punya dosa, Banyak), dan mereka kuat sampai Cikutra dengan style yang serba Rempong, walaupun ada beberapa yang teler gara-gara emang masalah berat badan berlebih dan barang bawaan berlebih.  Kita gak langsung ke Cikutra, kita kemaren naik dulu ke patahan lembang dan menikmati (kembali) Landscape View nya Subang, Lembang, dan beberapa daerah lain bahkan saya bisa melihat kubah masjid Salahudddin, dan komplek sekolah saya
Photo By Naufal Iqbal
. Dulu, waktu kelas 7 saya juga pernah naik ke patahan raksasa ini juga yang konon kalau bergerak bisa-bisa bandung jadi danau purba lagi, tapi dulu saya gak tau apa-apa, jadi gak bisa menyimpulkan apa-apa. Kali ini saya dapat menyimpulkan banyak hal simple tapi sangat bermakna, bahwa sebenarnya manusia ini sangatlah kecil, dan keajaiban Allah.swt itu sangatlah besar dan banyak. 
Kita pulang ke sekolah gak mungkin hiking lagi, jadi kita pulang naik angkot, sore-sore dan hujan. (Sampe Salman masuk angin dan mengeluarkan banyak Gas di Kamar yang setara tingkatannya dengan Gas Metana di bantar gebang).
Setelah acara Hiking tersebut di asrama saya sering membidik ke arah patahan tempat saya pernah berdiri, dengan Binocular, sekalian mengenang banyak kenangan karena saya sangat berharap di tahun ajaran 2014/2015 saya gak akan bisa lihat patahan itu secara langsung lagi. (eeaa)


4. All About Kelas "IX"
Gak kerasa udah hampir 3 tahun, dan sebentar lagi saya bakal lulus dari "Penjara Suci" ini menghadapi dunia yang liar. (Udah-udah mas)
Kelas 9 itu bakalan di isi oleh banyak terror-terror Bimbel, Tryout dan akhirnya Ujian Nasional (Yang belum pasti kapan bakal terjadi, macam Kiamat) Tapi, kelas 9 juga waktu yang sangat pas di rancang oleh waktu untuk tambah akrab merasakan kekeluargaan antar anggota angkatan yang sepertinya akan jarang kita rasakan di Zaman serba Individualis seperti sekarang, kita berbagi fikiran, suka dan duka.
 Asrama lah yang menyatukan kita, sekolah juga, guru apalagi, hati kita lebih lagi, dan Allah.swt lah yang maha menyatukan dan memisahkan. (eeaaa) Banyak kegiatan sudah dirancang oleh sekolah demi menyatukan kita semua (dan saya curiga itu juga berguna biar kita masuk SMA NF lagi, hehe).

Sebenernya masih banuak lagi yang bisa saya flashBack, tapi mari kita cukupkan sampai disini karena gak semua hal bisa dan harus di publikasikan....
Selasa, 24 Desember 2013

Welcome To Cerita-Cerita Saya Blog!!!!

Selamat membaca!!!!!!!!!!!!!!

Like On Facebook

Diberdayakan oleh Blogger.

Newsletter

Pengikut

Profil Saya

Foto Saya
Jakarta timur, DKI jakarta, Indonesia

Total Pageviews

- Copyright © Cerita - Cerita Saya -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -